Sign

Uncategorized No Comments »

Aku hanya ingin mencari tanda itu

Berbagai tanda yang kini aku kumpulkan satu persatu

Masih membentuk puzzle yang berserakan

Perlahan mulai tersusun

Namun masih belum jelas bentuknya

Puzzle yang aku susun dengan pasti atau penuh ragu

Berbagai kemampuan aku kerahkan

Intuisi, kata hati, kesabaran, logika, perasaan, ataupun kompromi

Sebuah proses untuk mencari jawaban

Atas apa yang sesungguhnya aku cari

Semua tanda aku kumpulkan satu persatu

Untuk menyusun puzzle yang belum terbentuk

Masih samar-samar

Apakah bentuknya nanti sesuatu yang indah

Atau bentuknya nanti tak bisa diterima

Aku harus siap menerima keduanya

I just looking for that sign!

My Lord, my parrents, my friends, my sel, please help me to find that sign!

For the best my live…..

#Jakarta 29 November 2008

patience

Uncategorized No Comments »

sabar….sabar….sabar….

Sebuah kata sabar, mudah diucapkan memang, namun sulit sekali untuk di jalankan.

Bila mengingat kata-kata itu, orang yang pertama kali aku ingat adalah sahabat dan kakakku Andre. Kata-katanya “Sabar nduk, orang sabar di sayang pangeran,” aku selalu belajar dari dia, manusia tersabar yang pernah aku kenal.

Nasihat untuk sabar kembali aku peroleh dari sahabatku yang sekarang tinggal di Bandung. Namanya Menak, temen-temen satu kuliahku pasti mengenal dia. Selama aku mengenalnya di Jogja, dia adalah sosok orang yang lucu (aku selalu tertawa bila di dekatnya), cuek, malu-maluin, suka malak (apalagi malak makanan dan gak malu-malu minta bayarin) ternyata bisa menjadi sahabat yang enak diajak curhat dan pikirannya sudah dewasa.

Ketika aku tidak bisa tidur, karena aku bingung bagaimana mengelola perasaanku, dia banyak memberikan masukan untukku. Aku cerita ke dia, kalau kadang-kadang aku bertanya-tanya, “Apa aku merasa seperti anak kecil? apakah sikapku kekanak-kanakan?” Pertanyaan itu aku tidak pernah mendapatkan jawaban.

Banyak sekali pertanyaan yang aku ingin jawab, apakah aku terlalu banyak menuntut? di sisi lain, apakah aku telah melakukan apa yang menjadi tuntutanku? Karena pertanyaan itu hanya mendapat jawaban “Aku serba salah, sepertinya aku harus melakukan treatmen khusus untuk kamu,” ujarnya suatu hari.

Jika seperti itu kadang aku langsung minder, kalau aku mengatakan apa yang ada di pikiranku, kadang aku kalah secara logika dengan pernyataanya. Akhirnya kita beradu logika, dan proses untuk belajar karakter satu sama lain menjadi tersumbat. Aku mencoba untuk mengalah, namun tentunya di ujung sikap itu pastinya ada benih-benih kekecewaan.

Aku ingin tampil apa adanya di depannya, tanpa sifat yang aku tutupi. Termasuk sifat kekanak-kanakanku, manja, dan lemah yang tidak aku tampilkan ke orang lain, hanya aku perlihatkan ke dia. Aku bosan menjadi sosok wanita yang kuat, tegar, mandiri. Aku wanita yang mempunyai rasa lemah (bukan berarti aku ingin di kasihani) dan dilindungi. Aku berharap dia bisa menjadi tempatku bersandar, menampung keluh kesahku, dan tak ada rasa ragu-ragu untuk merepotkan dia, atau mengganggunya, seperti yang selama ini membayangiku.

Menak menasihatiku untuk terus bersabar, mungkin ini saatnya untuk belajar untuk menjadi dewasa, belajar membimbingnya, terus berusaha untuk menjadi yang terbaik.
“Bersabar itu susah dan sakit nung, cuma nanti kamu akan memetik hasilnya suatu hari nanti,” katanya.

Mungkin sekarang aku anggap saat ini adalah ujian hatiku. Kita tak pernah bisa mengukur dalamnya hati, karena telaga hati sungguh begitu luas. Anggap saja ini ujian, dan siapa yang akan bertahan dia yang akan menang. Jika memang nanti tidak berhasil, toh aku sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik.

Aku hanya bingung apa yang harus aku lakukan. Aku tidak tahu harus memulai dari mana, semua bagai tersumbat. Paling-paling kalau aku hanya bisa menuliskan perasaanku di komunikator, agar semua lega (meski sebenarnya aku ingin mengungkapkannya semua, hal-hal kecil, nggak penting, kegembiraan, keluhan, kekesalan kepadanya).

Ada satu nasihat yang aku ingat, mungkin saat ini aku menutupi kekurangannya, dan dia akan menutupi kekuranganku pada suatu saat nanti, pada hal-hal tertentu. Semoga aku selalu bisa menjadi yang terbaik untuknya…..dan aku akan terus belajar untuk itu…..

Jakarta 18 November 2008 pukul 03.30 WIB dini hari

#Thanks alot to my bestfriend Menak, sudah mau mendengarkan curhatku, dan memberikan banyak nasihat indah. Tulisan ini sengaja aku tulis agar aku bisa mengingat segala nasihatmu, sebagai bentuk terimakasihku (meski masukanmu lebih banyak dari yang aku tulis ini)

counting down

Uncategorized No Comments »

tik….tak…tik…tak….

Jam dindingku terus berdetik…..

sebentar lagi hari itu….

jika sebelumnya aku takut melewati hari itu

namun entah mengapa aku ingin segera melewati hari itu

akankah kamu datang membawakanku kado seperti lima tahun yang lalu?

meski tanpa kado, namun kedatanganmu sungguh merupakan kado yang terindah bagiku

seperti lima tahun yang lalu

salah satu hari terindahku yang akan terus kucatat

pagi itu kamu datang dengan sekotak black forest, bantal Mr Smile dan guling Tazmania

kamu datang melewati beberapa kota, hanya untuk membuatku menangis bahagia

kamu adalah hadiah terindahku, selain keluargaku

akankah kamu datang lagi?

melewati beberapa pulau hanya untukku?

membawakanku bantal dan guling baru, yang selalu menemaiku dan tak pernah aku cuci hingga kini

24 Oktober, tepat sebulan lalu aku menanti kehadiranmu….Dan untung saja kamu tidak datang memenuhi harapanku…..

Ragu….

Uncategorized 1 Comment »

Seribu ragu yang kian menyerang

Tapi diriku terlanjur sayang

Walau arah mata angin berlayar

Tapi ku bertahan dan kuberjalan

(mengapa aku tiba-tiba ingat lagunya Memes? Dalam kesendirian malam ini, tiba-tiba ragu menyerangku, sepi, perasaan sendiri mulai datang lagi….rasanya ingin sekali dipeluk sama seseorang yang sekarang sedang bermain bilyard)

Please go far away….

Uncategorized No Comments »

Menjauhlah dari kehidupanku

Tolong jangan ganggu aku lagi

Kembalikan separuh hatiku yang kamu curi

Dan tak bisa kembali sampai sekarang

Meski ratusan hari berlalu

Aku ingin hidup tenang tanpa bayangmu lagi

Mengapa kamu selalu mengganggu langkahku?

Tak bisakah kamu tenang dengan kehidupanmu sendiri?

Please….let me alone…..

Belum jugakah kamu puas memporandak-porandakan perasaanku selama empat tahun ini?

Kamu selalu datang seenak perutmu sendiri

Tanpa angin, tanpa hujan, kamu muncul seperti petir di siang bolong

Membuyarkan semua langkah dan perasaanku

Selama ini aku selalu hidup dalam bayanganmu

Ketika kamu memberiku harapan dan aku berpikir aku bisa mendapatkanmu lagi

Benar-benar nyata memilikimu, bukan hanya bayang-bayang seperti selama ini

Dan kamu mengulangi kesalahanmu lagi, menghilang seperti angin

Sudahlah, biarkan aku tenang dengan kehidupanku sendiri

Jangan usik aku lagi, karena harapan bersamamu telah aku tutup rapat-rapat

Karena aku sekarang telah memilih seseorang yang sayang denganku…

Tahukah kau perbuatanmu itu selain manyakitiku juga menyakiti dia?

(18 Oktober 2008, untuk seseorang yang kemarin meminta maaf dan menyatakan takut akan meninggalkanku lagi. Tulisan ini semoga menjadi pengingat untuk memperkuat langkahku untuk bisa tegas dengan keputusan yang aku buat)

Ikut bahagia

Uncategorized 3 Comments »

<!–
@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>

Meski mata masih mengantuk, entah
mengapa pagi ini terasa indah. Udara sejuk, cuaca berawan membuat aku
malas-malasan beranjak dari tempat tidur.

Apa mungkin seseorang di
sana tengah merasakan kebahagiaan, dan akupun ikut tertular
merasakannya?

Berbeda dengan kondisiku yang masih
acak-acakan dari tempat tidur. Seorang lelaki di sana mungkin sudah
berpenampilan rapi, memakai batik. Aku masih akan bersiap-siap masuk
kamar mandi, dia bersiap-siap mendapat penghargaan.

Kubaca koran pagi ini, mataku terantuk
begitu membaca namanya. Waaah rupanya juara perlombaan itu diumumkan
di koran. Iklannya setengah halaman lagi. Dengan bangga koran itu aku
pamerkan ke teman-teman kos-kosan. Perasaanku bahagia sekali, ikut
merasakan kebahagiaan yang dia rasakan. Langsung saja aku sms dia

“Halo pa kbr orang yg hr ini jd
selebritis?hehe.Tropinya udh dikalungin belum? Mas iklannya ½
halaman bo, waduh kbr mas…..(edited) menang akan tersiar k sluruh
nsantara hehe.

Baru berapa jam kemudian dia membalas
smsku (mungkin tadi lagi sibuk)

“Thx de smua ini karna doa dan
dukunganmu hehe”

Waduuh…aku jadi tersipu sendiri,
sepertinya aku tidak berbuat sesuatu untuknya. Aku hanya menjadi
pengamat baginya, memberi kritikan, pujian, semangat, ide untuknya.
Tapi untuk lomba ini, malam itu aku ingat sekali aku menunggu di
depan kantornya, kelaparan, digigit nyamuk, karena dia masih asyik
dengan persiapan lombanya. Semua itu menjadi musnah ketika mendapat
kabar kalau dia juara. Kubalas lagi smsnya

“Masa sih?hehe.Prosesi penyerahan
hadiahnya udh slesai mas?ntar crita2 ya.Selamat ya mas, Im proud of
you…

…..Wuiiih…senangnya bisa mendukung
dia, dan dia merasakan juga dukunganku, apalagi dukunganku membuahkan
hasil….sama dengan dia, hari ini aku bahagia, dan bangga dengan
dia…..Coba aku melihat dia mendapatkan penghargaan itu, pasti
kebahagiaan hatiku meluap-luap  melihat senyumannya….

Petunjuk-kah?

Uncategorized 1 Comment »

Petunjuk-kah?

"Brak!!!"
Pintu kamarku langsung kututup di depan batang hidungnya. Dari jendela, aku tak sanggup melihatnya. Emosi kemarahan dan kasihan menyerangku, sehingga aku tak bisa berbuat apa-apa. Kemarahan itu membuat aku merinding sendiri, sampai membuatku terbangun dari mimpi.

Bagaimana bisa aku memimpikan dia seperti itu. Beberapa jam lalu, kita masih menikmati segelas Ice Latte dan Ice Float bersama. Membicarakan ideku, idenya, yang tak kan pernah surut. Tertawa atas kekonyolan kita berdua. Membahas hal yang kita sukai sungguh menyenangkan. Aku tidak pernah mengira, kita bisa sedekat ini. Selama ini aku mengenalnya sebagai sosok yang pendiam dan pemalu. Mungkin itu yang membuat aku dekat, karena aku bosan dengan lelaki yang banyak omong, dan cerewet. Dan ajaibnya, sifatnya itu berubah jika berhadapan denganku. Aku senang bisa menjadi tempat bercerita untuknya.

Aku tidak tahu bagaimana sebenarnya perasaanku. Sakit yang aku alami membuat aku mempunyai cara pandang berbeda terhadapnya. Jika biasanya aku selalu memandang kaummu dengan positif thingking, kini aku lebih memandang dengan negatif thingking, bahwa kalian sama saja, sama-sama brengsek. Yah sesuatu yang tidak pernah aku lakukan, selama ini. Perasaanku kini masih mati dan datar, kebencian itu masih menggerogotiku, sakit itu masih membayangiku, penyesalan atas kebodohanku masih sering datang. Semua aku tanggung sendiri, dan aku tidak mau menyalahkan siapapun, karena ini memang kesalahanku.

Kembali ke mimpiku, aku jadi bertanya-tanya, apakah ini petunjuk bahwa aku akan mengalami hal serupa? Perasaan sakit yang akan aku alami di akhir cerita. Aku sudah bisa menebak ending dari film ini, bahwa kita tidak akan pernah membuat cerita berakhir happy ending. Bukan karena dia, atau aku, namun karena keadaan. Aku tahu rintangan ke depan begitu berat, jalan terjal akan menyulitkan. Sesuatu yang tidak dapat diubah dengan sikap ketegasan, atau tekad yang bulat. Ini bukan suatu pilihan yang harus dipilih, dan kita akan konsisten dengan pilihan itu, apapun konsekuensinya. Ini soal sesuatu yang tidak bisa kita pilih karena kita berbeda, perbedaan yang ditakdirkan sebelum kita lahir.

Aku seolah berjalan menuju tempat yang indah, namun aku tahu itu perjalanan menuju jurang yang mematikan. Kita seperti Adam dan Hawa yang memakan manisnya buah Quldi, meski tau itu akan membawa kesulitan di kemudian hari.

Aku percaya akan petunjuk dan intuisi. Tuhan kadang mengingatkanku dengan caranya, termasuk melalui mimpi. Beberapa mimpi tak hanya datang sebagai bunga tidur saja, namun memang datang untuk memberikan petunjuk terhadapku. Seringkali cerita mimpi itu persis dengan apa yang akan aku alami. Aku tahu Dia menyayangiku dan memperingatkanku agar aku tidak terjatuh lagi.

Tak hanya Tuhan, orang-orang yang menyayangiku juga telah mengingatkanku mengenai sad ending itu, mulai dari sahabat sampai mantan pacarku. Pesan ibuku ketika aku SMA masih terngiang di telinga, "Jangan mencoba main api, kita tidak bisa mengatur perasaan nantinya seperti apa," tuturnya malam itu, di depan pagar rumahku. Situasi ini pernah aku alami ketika aku berumur 17 tahun, dan kini terulang kembali.

Aku hanya tidak tahu dengan apa yang aku rasakan, karena perasaan membeku itu masih ada. Aku hanya rindu mendengar suaranya dan melantunkan panggilan yang aku sukai untukku. Terkadang aku memikirkannya, terkadang tidak. Atau ini caraku untuk membatasi perasaanku? Entahlah…..

Aku jadi teringat tagline kata-kata film "Dialog" buatan sahabatku, yaitu "Cuma ada kesempatan hidup, memilih atau menunggu". Sayangnya kita tidak bisa melakukan keduanya, karena tidak ada pilihan atau apa yang bisa ditunggu? Mungkin pilihannya memang sesuatu yang menyebalkan, yaitu menghentikan perasaan ini.

Kubuka kembali sms dia, "jangan dikira cinta itu dtng dr keakraban yg lama dan krna pendktan yg tkun. Cinta adalah kecocokan jiwa dan jika itu tak pernah ada cinta tdk akn pernah tercipta dlm hitungan tahun bahkan milenia @kahlil gibran"

Aku sangat setuju dengan kata-kata itu, karena memang itu terjadi padaku. Aku yang baru mengenalnya bisa merasakaan kecocokan, namun tidak dengan seseorang yang di luar sana meski melakukan pndekatan bertahun-tahun hingga sekarang. Sayang aku belum menemukan kata-kata Kahlil yang menuliskan mengenai cinta yang menyakitkan karena perbedaan.

==Tempat tidurku, 7 Agustus, pukul 04.WIB, setelah mendapat mimpi buruk itu. Untuk dia yang akan kutemui malam ini, yang akan mengikuti perlombaan==

Meninggalkan

Uncategorized 3 Comments »

Meninggalkan

Seusai menandatangani kontrak dengan perusahaan baru, ada yang berbeda. Inikah rasanya sesuatu yang dulu aku tunggu-tunggu, keluar dari kondisi titik kulminasi yang membunuhku.

Memasuki kantor, ada perasaan aneh menyelimuti. Kulangkahkan kakiku menaiki tangga, kulayangkan pandanganku melihat suasana di bawah. Melihat suasana kantor lebih seksama, tempat duduk para atasanku. Memasuki ruanganku, aku lebih cermat memperhatikan kursi-kursi yang suka menghilang, komputer-komputer yang kadang internetnya suka ngadat, meja baru kita yang lebih lapang dibandingkan sebelumnya.

Beranjak ke mejaku, aku duduk memandangi satu per satu wajah temanku yang akan aku tinggalkan. Suatu hari nanti pasti aku akan merindukannya. Candanya, celotehannya, tingkah laku mereka. Tiba-tiba saja teman yang selama ini tidak terlalu dekat, menjadi dekat di hati. Aku melihatnya mereka kini lebih spesial.

Ketika pandanganku berakhir di sudut ruangan, aku baru sadar ada seseorang yang nantinya akan berat berpisah dengannya. Seseorang yang selama ini membuat aku bahagia jika melihat senyumnya. Seseorang yang selalu menampung cerita-ceritaku. Aku jadi ingat, dia satu-satunya lelaki yang mengucapkan Valentine untukku, selain dari bapakku. Dan entah mengapa kini malah kita semakin akrab di dunia maya, padahal kita setiap hari bertemu. (Menyesal, mengapa kita terlambat bertemu hehe)

Apalagi berbicara dengan atasanku, rasanya tak tega aku meninggalkan mereka. Tim ekonomi untuk beberapa saat pasti akan ada perubahan, penyesuaian disana-sini selepas kepergianku. Memandang teman-teman satu tim, rasanya berat meninggalkan mereka

****
Meninggalkan…..ternyata hal itu jika dilakukan cukup berat….Selama ini aku sering ditinggalkan seseorang yang punya arti untukku, sakit memang, apalagi aku sangat percaya terhadapnya….Namun kini aku mengerti, ternyata meninggalkan bukanlah sesuatu yang mudah. Mungkin dia juga merasakan sama seperti yang aku rasakan…Meninggalkan adalah suatu pilihan, pilihan yang harus ditempuh karena dengan cara itu seseorang yakin akan masa depannya, atau pilihan hidupnya. Selama ini aku berpikir seperti itu, pasti banyak alasan ketika seseorang harus meninggalkan sesuatu, jadi aku berharap dapat selalu menghormati pilihan hidup seseorang.

****

Pilihan….ya kata-kata itu yang membuat aku memutuskan untuk meninggalkan teman-teman kerjaku. Setiap keputusan hidupku, selalu aku pertimbangkan matang-matang, dengan kepalaku sendiri dan tidak dipengaruhi orang lain. Berbagai kondisi yang menurutku tidak sesuai dengan keinginanku, sistem yang macet, dan kekecewaan yang aku alami membuat aku ingin pindah. Dan semuanya meledak pada suatu peritiwa tertentu, yang tidak pernah aku ungkapkan kepada siapapun yang membuat aku kecewa. Peristiwa puncak itu membuat aku bertekad harus keluar dari kantorku. Aku tidak pernah berkoar-koar atas kekecewaanku, tidak pernah menuntut sesuatu, karena aku berpikir, jika memang tidak setuju harus dilakukan dengan tindakan…Ya tindakan untuk mencari tempat (menurutku) lebih baik….Aku juga tidak pernah menyalahkan orang lain, karena aku berpikir kesalahan ada di diriku, jika masih bisa setuju dengan sistem yang ada, kamu harus menghadapi konsekuensinya.

Dan tawaran pekerjaan semalam langsung kusambar dengan cepat. Aku mendapatkan pekerjaan baru dalam waktu satu jam kurasa….Tak sempat berkonsultasi kepada orang tua, karena semua berlangsung dengan cepat. Aku hanya berpikir, kesempatan tidak datang dalam dua kali, semua harus diputuskan dengan cepat, saat itu juga, jika tidak maka penyesalan akan menjadi tak berarti…
Selepas mendapatkan pekerjaan baru, aku hanya mengirim sms kepada ortuku kalau aku mau keluar kerja. Ya mereka pasti kaget dengan keputusanku, tapi mungkin juga sudah terbiasa mendengar keputusan-keputusan hidupku. Mereka tahu, aku selalu melakukan apa yang terbaik untukku, jadi keputusanku takkan pernah bisa diubah oleh argumen-argumen mereka. "Yaah ortu kan tugasnya mendukung, mendoakan, dan membiayai hehehe…semua keputusan kan ada di tangan kita, karena kita yang menjalani, bukan mereka" gumamku…

***seusai menandatangani kontrak dengan kantor baruku, Jumat,6 Juni 2008****

Hari ini adalah hari terakhirku bekerja, dan satu per satu aku pamitan dengan teman-teman sekantorku…Sedih memang meninggalkan suatu tempat yang setiap hari aku datangi, melalui segala suka, duka, pengalaman, pembelajaran, dan teman-teman yang berharga…Titik air mata jatuh, khususnya kepada orang-orang yang menimbulkan kesan mendalam. Pertama jatuh ke seseorang, yang baru akhir-akhir ini sedikit meninggalkan kesan. Aku tak bisa berkata-kata, hanya tangis yang aku tunjukkan.

Teman-teman di lantaiku, sudah aku pamiti. Tinggal lantai bawah, yaitu tempat para atasanku. Yang paling berkesan, adalah pas pamitan dengan Mas Yovan, dia adalah atasan pertamaku ketika aku bekerja. Aku sangat menghargainya karena sikap kami seperti kakak-adik, tempat curhatku, tukang pijit juga ketika aku masuk angin dan sakit kepala (hehehe). Berbeda dengan yang lain, aku berpelukan dengannya berulang-ulang, meneteskan air mata.

Huuh…akhirnya, proses menyedihkan ini berakhir juga…..Semoga keputusanku ini memberi jalan yang lebih baik untukku…Amien. Teman-teman doakan aku ya…terimakasih juga untuk semua temen-temen kerjaku, maaf jika aku punya banyak salah…..

***Jakarta, 30 Juni 2008***

Libur tlah tiba

Uncategorized No Comments »
Hmm...masa liburan telah tiba....
Yaaa biasanya masa liburan selalu identik dengan liburan sekolah, atau libur hari
besar. Tapi untuk orang dengan pekerjaan sepertiku, jangankan berlibur, merasakan
libur dua hari dalam satu minggu itu hanya bisa dihitung dengan jari

Yup....beberapa saat lagi, aku akan mempunyai libur panjang, libur yang
jarang-jarang bisa aku dapatkan....
Jika diingat-ingat, setelah lulus kuliah, aku tidak pernah merasakan liburan hingga
sekarang. Yup, setelah ujian sidang aku langsung melamar pekerjaan, dan langsung
diterima sebelum aku diwisuda. Tidak sempat menghela nafas, rehat sejenak, atau
bahkan merayakan pesta kelulusan dengan teman-teman.

Di tempat kerja, aku serasa semakin terasing dari kehidupan sosial. Tanggal merah
masuk, libur hanya 1 kali seminggu, cuti hanya pernah mengambil selama
lebaran...harus bersyukur karena masih beruntung diberi ijin....Aku ingat, aku
pernah tiga hari tidak masuk pada saat terkena Bells Palsy, surat dari dokter
lumayan bisa menyegarkan pikiran.

Dan kini, aku mempunyai waktu yang lebih untuk berlibur, bisa sepuasnya menghabiskan
waktu dengan orang tua, adik, dan sahabat-sahabatku di Gresik....waah kesempatan
langka, tak perlu memikirkan tulisan pada saat berlibur...

Aku tak sabar lagi untuk berlibur!!! Tentunya segudang rencana pasti tersusun di
otak, selain bertemu dengan keluarga dan nenek tersayang tentunya, seperti:
1.Ketemu dengan sahabat2ku wajib hukumnya, Irma, Tiwi,Im coming!
2.Mau ngumpulin temen2 SMA, temen2 reunian yuuuk!!
3.Mengulang kebiasaan SMA, ngaji di Sunan Giri pas malam Jumat. (wuiiih lama banget
gak melakukan hal itu)
4.Wisata kuliner, beli pecel di Pasar Kebomas, beli rujak cingur, bakso SD Petro,
lontong balap, nasi bebek, bubur sumsum, bubur kacang hijau langganan, wuiih...aku
harus melakukan program penggemukan badan, setelah berat tubuhku merosot drastis.
Semoga wisata kulinerku bisa menambah berat badanku.

Yaaah...kok cuma itu doang ya? mati gaya nih kalau lama-lama di Gresik. Makanya,
kalau bisa diselingi ke Surabaya untuk:
1. Ngurus pasport!!
2. Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza atau Delta ama Ana n Oni, pengen juga ngajak
mereka jalan...(gak ada yang senyaman mall itu, meski di Jakarta juga banyak mall)
3. Pengen nengokin mbak atik, mas hanoe dkk
4. Naik kapal feri, menyebrangi pulau Madura, trus balik lagi ke Surabaya...aku
pernah mencoba pengalaman seperti ini, wuiih rasanya pikiran2 mengganjal dan stres
hilang diterpa angin laut...(buat seseorang yang mau ke Surabaya, jadi gak nemenin
aku?hehe)

Kalau masih ada uang, boleh juga maen2 ke Jogja! Yang pasti aku akan mendatangi
tempat-tempat penuh memori seperti:
1. Sowan ke TVRI, Kepatihan, Bentara Budaya Yogyakarta (karena dekat dengan
Kompas,mmm pasti tau aku mau ketemu sapa haha)
2. Kaliurang, karena sudah ada orang yang berjanji mau mengantarkanku
3. Puyuh goreng Taman Siswa!! (kalau perlu pesan 2 porsi untuk mendukung proses
penggemukan)
4. Malioboro, mau hunting baju batik euy!
5. Kampus (kalo gak males, makanya jd list terakhir hehe)

Aku hanya berharap, temanku juga bisa ikut berlibur di Jogja sehingga kita bisa
berlibur bersama sama. Tapi yang terpenting sih, mau menjadi donatur biaya
transportasi hehe

Waah exiting banget niyy...gak sabar untuk liburan!!! Buat temen-temen di Gresik, n
Yogyakarta hubungi aku ya....aku punya waktu luang untuk bertemu kok...senang sekali
jika kalian juga ikut menemani liburanku....

Ok sampai jumpa di cerita liburanku yaaa....

Dialog

Uncategorized 3 Comments »

Dialog I

A: Kamu kenapa tho kok nggak bisa melupakan dia?

N: Susah ndre, dia orang pertama yang mengenalkan aku apa itu cinta, kita tidak pernah bertengkar, kita tidak pernah marah, dan dia selalu membuat aku bahagia

A: Sory, apa dia telah mengambil "sesuatu" dari kamu, hingga kamu sulit melupakan?

N: Justru itu ndre, dia tidak pernah kurang ajar dan sangat melindungku…Justru sikapnya itu yang membuat aku sangat kehilangan dia

A: Yo wis sabar nduk, dengan berjalannya waktu pasti kamu bisa…

(Bukit Phatuk,1 Januari 2005)

Dialog II

N: Beruntung ya Ndre aku udah putus ama dia, mantannya itu lho psikopat banget

A: Iya, pasti dia udah diapa-apain ama mantanmu dulu…Dia pernah kurang ajar ama kamu gak nduk?

N: Terdiam….kamar tiba-tiba menjadi hening…

A: Kamu diapain?

N: Aku menangis……dia pernah berkata kasar, dan itu alasan aku meninggalkannya

A: Dia pernah bermain fisik?

N: Nggak, bagiku kata-kata kasar sudah bisa menunjukkan siapa dia sebenarnya..(lalu aku menyebutkan kata-kata yang pernah dia ucapkan)

A: Menangis…..dan kita menangis bersama di kamar….aku tahu nduk, dia itu nggak baik untuk kamu…(sambil mengelus kepala) udah kelihatan dari sikap dan sinar matanya, cuma dulu aku nggak enak ngomong ama kamu….syukur kamu nggak diapa-apain ama dia

(Kamar kos Kepuh Yogyakarta, 2006)

Dialog III

A: Ndre, aku udah putus. Telponku kok gak diangkat?

N: Maapin ya say…td ketiduran, aku br bangun, kok putus mangnya km di apain…mulai krg ajar pa g mana? (11/11/2007 pukul 03.06.42)

A: Nggak, aku masih bisa jaga diri

Dialog IV

N: Ndre,gmana ya caranya bersikap sabar? (09/06/2008 pukul 11.53)

A: Sholat tepat waktu biar muka selalu dingin dan melihat ke bawah supaya tidak kesandung (09/06/2009 13.01.21)

***Setelah aku tahu alasan mengapa mereka masih mempertahankan hubungannya, aku jadi ingat beberapa bagian-bagian dialog di atas, ***


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in